Berbagai Respon Netizen atas Ulasan Fayakhun Tentang Impor Alutsista (3)
Berbagai Respon Netizen atas Ulasan Fayakhun Tentang
Impor Alutsista (3)
Berbeda Fayakhun Andriadi, Ketua DPD Partai Golkar DIY yang
menginginkan kemandirian BUMNIP, Ajie Buhron dalam komentarnya memberi
pandangan mengapa impor terkadang dirasa perlu. Ia menulis :
“Kepada Yth Bapak Fahyakun. Untuk memenuhi kebutuhan
alutsista tentu TNI membutuhkan alutsista yang terbaik dan sesuai dengan
fungsinya. Oleh karena itu apabila tidak dapat dipenuhi oleh Industri dalam
negeri tentu akhirnya akan didatangkan dari luar, terlebih lagi apabila
sifatnya adalah dibutuhkan dengan segera.
Agar Industri dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan sesuai
dengan permintaan TNI, tentu melakukan penolakan terhadap alutsista dari luar
negei adalah suatu langkah yang salah. Mengapa ? karena jelas apabila BUMNIS
dalam Negeri belum bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri dan anda menutup
kemungkinan pembelian alutsista dari luar negeri, hasilnya TNI akan lemah,
karena tidak dapat memenuhi kebutuhan Alutsista-nya.
Agar BUMNIS dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan
permintaan TNI, maka solusinya harus lengkap, tidak bisa anda hanya melakukan
boikot atau menyuruh TNI untuk membeli dari dalam negeri, masalahnya tidak
sesederhana itu pak.
Pertama jelas harus ada penambahan modal untuk menabah
kapasitas produksi Bumnis dalam negeri, apabila tidak yah jelas mereka tidak
akan bisa menyelesaikan orderan sesuai dengan waktunya, sebagai contoh yang
sederhana itu pesanan CN-235 dari korea masih belum selesai, terlebih lagi
pesanan CN-235 MPA pesanan TNI AL belum di buat, mengapa? Karena kemampuan
produksi kita terbatas, apabila hal ini terulang terus bagaimana Bumnis bisa
memenuhi kebutuhan TNI ??? Menyelesaikan pesanan saja tidak selesai-selesai.
Kedua harus ada kebijakan mengenai pengurangan pajak dalam
memperoleh bahan baku, mohon jangan dianggap membuat alutsista itu hanya
membutuhkan besi dan baja. Saya ulangi, membuat alutsista tidak sesederhana itu
pak, dalam membuat alutsista dibutuhkan perangkat-perangkat khusus/tooling
(contohnya untuk mencetak hull pada kapal, alat-alat pengelasan material
khusus) yang hingga kini masih didatangkan dari luar negeri, juga termasuk
perangkat-perangkat elektronik untuk digunakan pada pada alutsista tersebut
(radar, radio komunikasi, perangkat penerbangan, sonar pada kapal, sistem
kendali tembakan), sehingga apabila tidak ada kebijakan untuk mempermudah
barang-barang tersebut masuk, maka jelas, produksinya akan semakin lama dan
semakin sulit, alhasil akan mempengaruhi harga dan lamanya produksi barang.
Yang terpenting, mohon anggaran pertahanan ditambah, selama
saya membaca risalah raker Komisi I dan TNI, ada semacam anggapan bahwa membeli
dari dalam negeri itu akan lebih murah, saya ingin menekankan bahwa dimana-mana
yang namanya harga selalu berbading dengan kualitas, apabila anda mengangarkan
angaran pertahanan rendah, otomatis penyerapan oleh TNI akan rendah, dengan
penyerapan rendah produsen barang tentu akan sulit menjaga kualitas, kasarnya
sudah minta sedikit, murah lagi, gimana produsen dapat memenuhi permintaan itu
? Kemudian itu tolong anda bantu agar PMN bagi PT DI, Pinda, dan PAL segera
disetujui oleh Komisi XI, kalau utang mereka terus membengkak, modalnya kurang,
gimana perusahaan tersebut mau jalan?
“Salam, selamat bertugas,” tuturnya sebagai penutup.
Komentar
Posting Komentar